Senin, 23 Juli 2007

Beriman dan Bertakwalah



 

BERIMAN DAN BERTAKWA


 


Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.


AtTaubah 24


Betapa apapun yang ada di sekitar kita adalah tiada berarti selain daripada mencintai Allah dan Rasul-Nya, anak, istri, saudara, orang tua sekalipun, apalagi harta. Jadi apapun yang nampak sebagai milik hamba di dunia, harta maupun orang-orang dekat hanyalah disandarkan kembali kepadaNya, dalam pengaturan dan ketentuanNya.Orientasi hamba hanyalah Allah dan RasulNya, tiada lain.


 


Jangan sekali-kali dalam diri hamba mencintai apa-apa di sisi dunia karena takut dengan berbagai kekhawatiran, selama berada di dalam jalanNya(…mencintai Allah dan RasulNya…), baik dalam keadaan tak punya, lantas khawatir tidak memperoleh, ataupun dalam keadaan ada kemudian takut kekurangan.


Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.,


AtTaubah 28


…Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki Jangan takut dengan kalimat , …jika Dia menghendaki…, Ayat lain memastikan,


Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah,….AnNisaa 40


 


Lebih mencintai, memilih apa yang ada di sisi dunia kemudian mengkompromikan hukum-hukumNya, kurang meyakiniNya, sampai takut memberi, terburu-buru dan sedikit shalat dan dzikirnya, hidup penuh khawatir dan penyesalan akan ketentuanNya, terbatas dalam mengingatNya, dalam ayat


Dan apabila mereka berdiri untuk salat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan salat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.AnNisaa142)


Bepergian jauh, dalam keadaan aman, mengqashar shalatnya, padahal ada masjid, ada sempat, keadaan tenang, tanpa ketakutan akan apapun selain terlambat dan repot dalam urusan dunianya, sedang ayat menyebutkan


Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu menqashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir


AnNisaa101


Sungguh dipertanyakan dalam firmanNya ;


Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.


AtTaubah 38


 


Bertakwalah, bertakwalah, bertakwalah hanya pada Allah dan RasulNya, jangan pada unsur dunia. Ayat berikut mempertegas;


            Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu


bersama orang-orang yang benar.


AtTaubah 119


" Katakanlah: "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa dan kamu tidak akan dianiaya sedikit pun.


AnNisaa 77


 


Orang beriman dan bertakwa dalam setiap keadaannya, baik sedang ni’mat, maupun dalam kesengsaraan, sangat sederhana, hanya memegang teguh ;


Cukuplah Allah bagi kami, …., sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah"


AtTaubah 59


"Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arasy yang agung"


AtTaubah 129


Jika Allah sudah sebagai tiang pegangan untuk segala aspek kehidupan, tanyakanlah “apa yang bukan perbendaharaanNya?


…sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.


AnNisaa131)


 


Banyak yang mengatakan, hidup jaman sekarang susah, sistem kehidupan modern banyak yang menghalangi kita untuk bertakwa, dan berbagai dalih dari kaum Islam munafik, fasik,


Sampai ada ungkapan, “yang haram aja susah, apalagi yang halal”,namun Allah pun telah menjawab permasalahan ini lewat ayat ;


Dan Allah lebih mengetahui (daripada kamu) tentang musuh-musuhmu. Dan cukuplah Allah menjadi Pelindung (bagimu). Dan cukuplah Allah menjadi Penolong (bagimu).


AnNisaa 45


 


Cobalah simak ayat berikut, aturannya jelas, jika sesuatu yang dihadapi mengajak untuk menjauhi takwa, namun kita diperintahkan mematuhi yang berkuasa/pemimpin diantara kita, tetapi semuanya selalu harus … kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian … seperti ayat dibawah;


Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.


AnNisaa 59


 


Jadi tidak ada yang patut dipermasalahkan, untuk mencegah diri bertakwa, dan kemudian bertawakkal kepada Allah semata, bersegeralah…            


Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan


AnNisaa125


 


Di dalam ibadah kepadaNya ingatlah ayat ini, betapa pentingnya dzikrulLah demi menetapkan kita di dalam takwa dan keberserahan kepada Allah,


Maka apabila kamu telah menyelesaikan salat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring


AnNisaa 103


Tetapi lagi-lagi ada dalih bahwa godaan setan tidak akan bisa dihindari, senantiasa kita tergoda dalam ketakwaan kepada Allah, Allah telah memastikan dalam ayat,


…setan itu mengatakan: "Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya)


AnNisaa118


sehingga  kita kembali ke ayat


Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah,…


AnNisaa125


Bukankah setan pun bertugas sebatas ketentuan Allah jua, jadi jika…


Cukuplah Allah bagi kami, …., sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah"


AtTaubah 59


"Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arasy yang agung"


AtTaubah 129


…Dan cukuplah Allah menjadi Pelindung (bagimu). Dan cukuplah Allah menjadi Penolong (bagimu).


AnNisaa 45


dan kita memasuki golongan


…orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah,…


AnNisaa125


masikah permasalahan kekhawatiran akan godaan setan yang begitu kuat itu menjadi penghambat untuk bersegera bertakwa


 


Tidaklah menjadi hal besar dan perlu ditakuti tergoda oleh setan, bukankah


…setan itu mengatakan: "Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya)


AnNisaa118


sehingga, jika terjadi terjerumus ke dalam godaan setan dalam kebersungguhan kita bertakwa, Allah telah mengetahui itu dan telah berfirman lewat ayat;


Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


AnNisaa110


Jangan menunda diri untuk bertakwa, sesungguh-sungguhnya bertakwa dan kemudian bertawakkal, sepenuh-penuh tawakkal.


Jangan sampai kesombongan meliputi kita dari menyimak bisikan-bisikan ini, karena


Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih? Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tidak dianiaya sedikit pun.


AnNisaa 49


Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal,


            AlAnfal 2


Semoga kajian ini memberi kebaikan kepada kita semua,


Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat makruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia.


AnNisaa114


 


Semoga kita tidak dimasukkan kedalam golongan yang sesat, karena


Barang siapa yang disesatkan Allah, maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.


AnNisaa143


apalah daya seorang hamba selain berharap kepadaNya.


 


Simaklah…


Allah menjanjikan kepada orang-orang yang mukmin lelaki dan perempuan,


surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan  tempat-tempat yang bagus di surga Adn. Dan keridha’an Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.


AtTaubah 72


Jangan terjebak hanya ke dalam janji surga, karena perhatikan ayat diatas, bahwasannya ada yang lebih baik daripada surga, yakni keridha’an Allah, bagaimanakah caranya?, selimutilah hidup dengan ayat


"Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arasy yang agung".


AtTaubah 129.


hanya kepada-Nya aku bertawakalsebelum tiap-tiap kejadian dalam hidup memastikan setelah kejadian kita pun akan ridha’menerimanya, karena Cukuplah Allah bagiku… hingga apalagi balasan keridha’an hamba melainkan keridha’an Allah


 


Allahu’alam Bissawab.


 


 

Tidak ada komentar: