Selasa, 24 Juli 2007

Kisah Nyata Pemuda Arab di Amerika


Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika

Ada seorang pemuda arab yang baru saja me-nyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam.

Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam. Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Semula ia berkeberatan. Namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk. Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, "Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini." Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, "Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya." Barulah pemuda ini beranjak keluar. Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pendeta, "Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang mus-lim." Pendeta itu menjawab, "Dari tanda yang terdapat di wajahmu." Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun sang pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut dan sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut. Sang pendeta berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menja-wabnya dengan tepat." Si pemuda tersenyum dan berkata, "Silahkan! Sang pendeta pun mulai bertanya, "Sebutkan satu yang tiada duanya, dua yang tiada tiganya, tiga yang tiada empatnya, empat yang tiada limanya, lima yang tiada enamnya, enam yang tiada tujuhnya, tujuh yang tiada delapannya, delapan yang tiada sembilannya, sembilan yang tiada sepuluhnya, sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh, sebelas yang tiada dua belasnya, dua belas yang tiada tiga belasnya, tiga belas yang tiada em-pat belasnya.
Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!
Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya? Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?
Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya?
Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!
Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?
Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?
Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!
Pohon apakah yang mempu-nyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?"

Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu ter-senyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah.
Setelah membaca basmalah ia berkata,
-Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
-Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT berfirman, "Dan Kami jadikan malam
dan siang sebagai dua tan-da (kebesaran kami)." (Al-Isra': 12).
-Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir
menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali
dinding yang hampir roboh.
-Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur'an.
-Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.
-Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ke-tika Allah SWT menciptakan makhluk.
-Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah SWT berfirman, "Yang telah
menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb
Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang." (Al-Mulk: 3).
-Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT
berfirman, ‏"Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu
delapan orang malaikat men-junjung 'Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka." (Al-Haqah: 17).
-Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu'jizat yang diberikan kepada Nabi Musa : tongkat,
tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang.
-Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah SWT berfirman, "Barangsiapa yang
berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat." (Al-An'am: 160).
-Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudara Yusuf j.
-Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu'jizat Nabi Musa j yang terdapat dalam firman
Allah, "Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman,
'Pukullah batu itu de-ngan tongkatmu.' Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata
air." (Al-Baqarah: 60).
-Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan
ibunya.
-Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Shubuh. Allah SWT
ber-firman, "Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menying-sing." (At-Takwir: 18).
-Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
-Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf, yakni
ketika mereka berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi
berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan
serigala." Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, " tak ada cercaaan ter-
hadap kalian." Dan ayah mereka Ya'qub berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagimu
kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
-Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai. Allah SWT
berfirman, "Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara kele-dai." (Luqman: 19).
-Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi
Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.
-Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan
yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, "Wahai api dinginlah dan
selamatkan Ibrahim." (Al-Anbiya': 69).
-Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah
tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).
-Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita,
sebagaimana firman Allah SWT, ‏"Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah
besar." (Yusuf: 28).
-Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun
mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon
adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima
waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.

Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawaban pemuda muslim tersebut. Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta. Pemuda ini berkata, "Apakah kunci surga itu?" mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.
Mereka berkata, "Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab, sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!" Pendeta tersebut berkata, "Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah." Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan anda." Sang pendeta pun berkata, "Jawabannya ialah: Asyhadu an La Ilaha Illallah wa anna Muhammadar Rasulullah." Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.**

Kisah

Berprasangka Baik

Dua orang laki-laki bersaudara bekerja pada sebuah pabrik kecap dan sama-sama tekun belajar Islam. Sama-sama mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari semaksimal mungkin. Mereka acap kali harus berjalan kaki untuk sampai ke rumah guru pengajiannya. Jaraknya sekitar 10 km dari rumah peninggalan orangtua mereka.

Suatu ketika sang kakak berdo'a memohon rejeki untuk membeli sebuah mobil supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya, bila pergi mengaji. Allah mengabulkannya, tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia miliki dikarenakan mendapatkan bonus dari perusahaannya bekerja.

Lalu sang kakak berdo'a memohon seorang istri yang sempurna, Allah mengabulkannya, tak lama kemudian sang kakak bersanding dengan seorang gadis yang cantik serta baik akhlaknya.Kemudian berturut-turut sang Kakak berdo'a memohon kepada Allah akan sebuah rumah yang nyaman, pekerjaan yang layak, dan lain-lain. Dengan itikad supaya bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada Allah. Dan Allah selalu mengabulkan semua do'anya itu.

Sementara itu, sang Adik tidak ada perubahan sama sekali, hidupnya tetap sederhana, tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang dulu dia tempati bersama dengan kakaknya. Namun karena kakaknya sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat mengikuti pengajian, maka sang adik sering kali harus berjalan kaki untuk mengaji kerumah guru mereka.

Suatu saat sang kakak merenungkan dan membandingkan perjalanan hidupnya dengan perjalanan hidup adiknya. Dia dia teringat bahwa adiknya selalu membaca selembar kertas saat dia berdo'a, menandakan adiknya tidak pernah hafal bacaan untuk berdo'a. Lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasihati adiknya supaya selalu berdo'a kepada Allah dan berupaya untuk membersihkan hatinya, karena dia merasa adiknya masih berhati kotor sehingga do'a-do'anya tiada dikabulkan oleh Allah azza wa jalla.Sang adik terenyuh dan merasa sangat bersyukur sekali mempunyai kakak yang begitu menyayanginya, dan dia mengucapkan terima kasih kepada kakaknya atas nasihat itu.

Suatu saat sang adik meninggal dunia, sang kakak merasa sedih karena sampai meninggalnya adiknya itu tidak ada perubahan pada nasibnya sehingga dia merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya sehubungan do'anya tak pernah terkabul.Sang kakak membereskan rumah peninggalan orang tuanya sesuai dengan amanah adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid. Tiba-tiba matanya tertuju pada selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya yang berisi tulisan do'a, diantaranya Al-fatehah, Shalawat, do'a untuk guru mereka, do'a selamat dan ada kalimah di akhir do'anya:"Ya, Allah. tiada sesuatupun yang luput dari pengetahuan Mu, Ampunilah aku dan kakak ku, kabulkanlah segala do'a kakak ku, bersihkanlah hati ku dan berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku didunia dan akhirat,"

Sang Kakak berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya, tak dinyana ternyata adiknya tak pernah sekalipun berdo'a untuk memenuhi nafsu duniawinya

No. Utama Bagi Muslim

NO. UTAMA UNTUK DIHUBUNGI BAGI MUSLIM

Pernahkah Anda bayangkan bila pada saat kita berdoa, kita mendengar ini:
"Terima kasih, Anda telah menghubungi Baitullah".
Tekan 1 untuk 'meminta'.
Tekan 2 untuk 'mengucap syukur'.
Tekan 3 untuk 'mengeluh'.
Tekan 4 untuk 'permintaan lainnya'."

Atau....

Bagaimana jika Malaikat memohon maaf seperti ini:
"Saat ini semua malaikat sedang membantu pelanggan lain. Tetaplah sabar
menunggu. Panggilan Anda akan dijawab berdasarkan urutannya."

Atau, bisakah Anda bayangkan bila pada saat berdoa, Anda mendapat respons
seperti ini:
"Jika Anda ingin berbicara dengan Malaikat,
Tekan 1. Dengan Malaikat Mikail,
Tekan 2. Dengan malaikat lainnya,
Tekan 3. Jika Anda ingin mendengar sari tilawah saat Anda menunggu,
Tekan 4. Untuk jawaban pertanyaan tentang hakekat surga & neraka,
silahkan tunggu sampai Anda tiba di sini!!"

Atau bisa juga Anda mendengar ini :
"Komputer kami menunjukkan bahwa Anda telah satu kali menelpon hari ini. Silakan mencoba kembali esok hari."

atau...

"Kantor ini ditutup pada akhir minggu. Silakan menelpon kembali hari Senin
setelah pukul 9 pagi."

Alhamdulillah... Allah SWT mengasihi kita, Anda dapat menghubungi-Nya setiap saat!!!

Anda hanya perlu untuk memanggilnya kapan saja dan Dia mendengar Anda.
Karena bila memanggil Allah, Anda tidak akan pernah mendapat nada sibuk.
Allah menerima setiap panggilan dan mengetahui siapa pemanggilnya secara pribadi.

Ketika Anda memanggil-Nya, gunakan nomor utama ini: 24434

2 : shalat Subuh
4 : shalat Zuhur
4 : shalat Ashar
3 : shalat Maghrib
4 : shalat Isya

Atau untuk lebih lengkapnya dan lebih banyak kemashlahatannya, gunakan
nomor ini : 284436483

2 : shalat Subuh
8 : Shalat Dhuha
4 : shalat Zuhur
4 : shalat Ashar
3 : shalat Maghrib
6 : shalat Awwabin
4 : shalat Isya
8 : Shalat Lail (tahajjud atau lainnya)
3 : Shalat Witir

Info selengkapnya ada di "Al Qur'anul Karim & Al Hadist"

Langsung hubungi, tanpa Operator tanpa Perantara, tanpa dipungut biaya.

Nomor 24434 dan 284436483 ini memiliki jumlah saluran hunting yang tak
terbatas dan seluruhnya buka 24 jam sehari 7 hari seminggu 365 hari
setahun!!!

Sebarkan informasi ini kepada orang-orang di sekeliling kita.
Mana tahu mungkin mereka sedang membutuhkannya

Sabda Rasulullah S.A.W : "Barang siapa hafal tujuh kalimat, ia terpandang
mulia di sisi Allah dan Malaikat serta diampuni dosa-dosanya walau
sebanyak buih laut" 7 Kalimah ALLAH:

1.Mengucap "Bismillah" pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.
2.Mengucap "Alhamdulillah" pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.
3.Mengucap "Astaghfirullah" jika lidah terselip perkataan yang tidak patut.
4.Mengucap "Insya-Allah" jika merencanakan berbuat sesuatu.
5.Mengucap "La haula wala kuwwata illa billah" jika menghadapi sesuatu tak
disukai dan tak diingini.
6.Mengucap "inna lillahi wa inna ilaihi rajiun" jika menghadapi dan menerima
musibah.
7.Mengucap "La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah" sepanjang siang dan
malam sehingga tak terpisah dari lidahnya.

Dari tafsir Hanafi.

Kisah Jam Beker

KISAH JAM BEKER KECIL

Kisahnya dimulai dari pada saat jam beker itu ‘mogok’ bekerja. Ketika sang pembuat jam bertanya pada beker kecil itu alasan dia mogok bekerja, sang beker kecil bilang; saya lelah membayangkan begitu banyaknya detakan yang harus saya lalui di masa depan. Bayangkan, dalam 1 menit, saya berdetak 60 kali, dalam satu jam saya akan berdetak 3600 kali, dalam 24 jam saya akan berdetak 86.400….bagaimana dalam satu bulan, satu tahun..lalu sepuluh tahun….rasanya saya mau menyerah saja dari sekarang..

Sang pembuat jam yang bijak berkata; Kamu harus ingat, kehadiranmu merupakan anugerah bagi sekelilingmu. Janganlah terpaku akan banyaknya detakan yang kamu lakukan dimasa depan, tapi nikmatilah setiap detakan dengan kegembiraan, niscaya beban itu akan terasa lebih menyenangkan.
Sang beker kecil menyadari kesalahannya, dan semenjak itu dia selalu menikmati setiap detakannya dengan hati yang penuh gembira sampai habis masa pengabdiannya.

Cerita ini sebetulnya sebetulnya juga masih berhubungan dengan bisnis mula mula.

Banyak dari mereka yang sedang berniat untuk memulai bisnisnya, terutama sekali bagi mereka yang sama sekali belum pernah dibesarkan dalam tradisi bisnis atau berasal dari keluarga bisnis, memandang bisnis itu sebagai proses menakutkan, sebagai jalan panjang yang curam dan berliku, penuh dengan cucuran airmata dan tersedia kejutan kejutan tidak terduga didalamnya.

Kenyataannya ini semua memang benar adanya.

Tapi bila mereka memang sudah menghitung secara masak masak bahwa mereka memang berpeluang besar untuk menang di bisnis, seperti digambarkan dalam pepatah militer:

“Berperanglah hanya bila engkau yakin peluang untuk menang mencapai 80%”,

Maka hendaklah mereka memandang semua proses proses sulit yang menghadang didepan itu dengan pendekatan seperti yang diajarkan oleh pembuat jam yang bijak itu yaitu pandanglah tiap tiap langkah sebagai proses perjalanan yang menyenangkan, dan bergembiralah serta mengucap syukurlah setiap kali kita menemui hal hal sulit maupun hal hal menyenangkan, maka saya percaya kita semua akan mampu untuk tetap bertekun dalam mencapai garis akhir kita masing masing dibidang bisnis.

Penjelasan ini tidak dimaksudkan untuk memperpendek penglihatan jarak jauh, tapi lebih menekankan untuk menciptakan cara memandang yang benar terhadap sebuah perjalanan panjang.

Lagipula cara memandang perjalanan bisnis ini sebetulnya sama dengan memandang perjalanan kehidupan, yaitu apabila kita terlalu dipenuhi kekhawatiran akan semua hal hal jelek yang mungkin terjadi dalam masa mendatang, tekanan tekanan kehidupan yang mungkin akan makin lebih berat, harga harga yang makin lebih mencekik leher, dan semua hal hal yang menakutkan, maka kehidupan akan terasa sangat berat.

Tapi apabila kita mencoba menikmati setiap langkah langkah kehidupan kita dengan penuh kegembiraan maupun pengucapan syukur untuk peristiwa apapun yang terjadi atas hidup kita, dan percaya bahwa Tuhan tidak pernah mencobai kita lebih dari kemampuan kita, maka saya percaya hidup akan jadi jauh lebih menyenangkan.

Pelajaran lain yang juga kita bisa petik yang masih berhubungan dengan jam ialah irama. Pada saat nanti kita sudah mulai menjalani bisnis, secara sangat alami setiap pemilik bisnis pasti menyadari adanya irama dalam kehidupan bisnis nya. Irama setiap pemilk bisnis berbeda beda antara satu dengan lain walaupun bisnisnya sama persis.

Saya percaya, irama ini dipengaruhi sekali oleh karakter dan kapasitas pribadi dari si pemilik bisnis serta kondisi kondisi sekitarnya yang menyertai. Tapi musuh paling jahat dari irama kita yang harmonis adalah tindakan bodoh yang diakibatkan oleh iri hati.

Saya beri contoh;

Perasaan perasaan seperti ini biasanya akan muncul pada waktunya, misalnya:
- Kenapa pesaing pesaing sudah memiliki lebih dari satu cabang sementara kita belum?
- Kenapa orang orang lain sudah memiliki lebih dari satu bidang usaha, sementara kita masih
terpaku pada bidang usaha yang sama?
- Kenapa si pesaing yang satu itu sudah menjadi master franchise tapi kita belum?

Kalau kita meniru semua hal itu karena memang kita sudah mendapatkan momentum yang tepat, maka secara teori tindakan kita bisa dibenarkan.

Tapi bila tindakan kita hanya karena dibakar oleh rasa tidak mau kalah yang negatif, iri hati dan alasan alasan bodoh lainnya tanpa memperhitungkan secara matang apakah kita akan bisa menyesuaikan dengan irama yang lebih cepat dan berbeda tersebut, maka percayalah, tindakan tindakan percepatan pertumbuhan itu hanya akan merusak irama kita yang sudah tercipta dengan harmonis dan membuat kita terlibat dalam kesulitan-kesulitan dalam yang seharusnya tidak perlu terjadi.

Senin, 23 Juli 2007

Beriman dan Bertakwalah



 

BERIMAN DAN BERTAKWA


 


Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.


AtTaubah 24


Betapa apapun yang ada di sekitar kita adalah tiada berarti selain daripada mencintai Allah dan Rasul-Nya, anak, istri, saudara, orang tua sekalipun, apalagi harta. Jadi apapun yang nampak sebagai milik hamba di dunia, harta maupun orang-orang dekat hanyalah disandarkan kembali kepadaNya, dalam pengaturan dan ketentuanNya.Orientasi hamba hanyalah Allah dan RasulNya, tiada lain.


 


Jangan sekali-kali dalam diri hamba mencintai apa-apa di sisi dunia karena takut dengan berbagai kekhawatiran, selama berada di dalam jalanNya(…mencintai Allah dan RasulNya…), baik dalam keadaan tak punya, lantas khawatir tidak memperoleh, ataupun dalam keadaan ada kemudian takut kekurangan.


Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.,


AtTaubah 28


…Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki Jangan takut dengan kalimat , …jika Dia menghendaki…, Ayat lain memastikan,


Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah,….AnNisaa 40


 


Lebih mencintai, memilih apa yang ada di sisi dunia kemudian mengkompromikan hukum-hukumNya, kurang meyakiniNya, sampai takut memberi, terburu-buru dan sedikit shalat dan dzikirnya, hidup penuh khawatir dan penyesalan akan ketentuanNya, terbatas dalam mengingatNya, dalam ayat


Dan apabila mereka berdiri untuk salat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan salat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.AnNisaa142)


Bepergian jauh, dalam keadaan aman, mengqashar shalatnya, padahal ada masjid, ada sempat, keadaan tenang, tanpa ketakutan akan apapun selain terlambat dan repot dalam urusan dunianya, sedang ayat menyebutkan


Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu menqashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir


AnNisaa101


Sungguh dipertanyakan dalam firmanNya ;


Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.


AtTaubah 38


 


Bertakwalah, bertakwalah, bertakwalah hanya pada Allah dan RasulNya, jangan pada unsur dunia. Ayat berikut mempertegas;


            Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu


bersama orang-orang yang benar.


AtTaubah 119


" Katakanlah: "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa dan kamu tidak akan dianiaya sedikit pun.


AnNisaa 77


 


Orang beriman dan bertakwa dalam setiap keadaannya, baik sedang ni’mat, maupun dalam kesengsaraan, sangat sederhana, hanya memegang teguh ;


Cukuplah Allah bagi kami, …., sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah"


AtTaubah 59


"Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arasy yang agung"


AtTaubah 129


Jika Allah sudah sebagai tiang pegangan untuk segala aspek kehidupan, tanyakanlah “apa yang bukan perbendaharaanNya?


…sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.


AnNisaa131)


 


Banyak yang mengatakan, hidup jaman sekarang susah, sistem kehidupan modern banyak yang menghalangi kita untuk bertakwa, dan berbagai dalih dari kaum Islam munafik, fasik,


Sampai ada ungkapan, “yang haram aja susah, apalagi yang halal”,namun Allah pun telah menjawab permasalahan ini lewat ayat ;


Dan Allah lebih mengetahui (daripada kamu) tentang musuh-musuhmu. Dan cukuplah Allah menjadi Pelindung (bagimu). Dan cukuplah Allah menjadi Penolong (bagimu).


AnNisaa 45


 


Cobalah simak ayat berikut, aturannya jelas, jika sesuatu yang dihadapi mengajak untuk menjauhi takwa, namun kita diperintahkan mematuhi yang berkuasa/pemimpin diantara kita, tetapi semuanya selalu harus … kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian … seperti ayat dibawah;


Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.


AnNisaa 59


 


Jadi tidak ada yang patut dipermasalahkan, untuk mencegah diri bertakwa, dan kemudian bertawakkal kepada Allah semata, bersegeralah…            


Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan


AnNisaa125


 


Di dalam ibadah kepadaNya ingatlah ayat ini, betapa pentingnya dzikrulLah demi menetapkan kita di dalam takwa dan keberserahan kepada Allah,


Maka apabila kamu telah menyelesaikan salat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring


AnNisaa 103


Tetapi lagi-lagi ada dalih bahwa godaan setan tidak akan bisa dihindari, senantiasa kita tergoda dalam ketakwaan kepada Allah, Allah telah memastikan dalam ayat,


…setan itu mengatakan: "Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya)


AnNisaa118


sehingga  kita kembali ke ayat


Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah,…


AnNisaa125


Bukankah setan pun bertugas sebatas ketentuan Allah jua, jadi jika…


Cukuplah Allah bagi kami, …., sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah"


AtTaubah 59


"Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arasy yang agung"


AtTaubah 129


…Dan cukuplah Allah menjadi Pelindung (bagimu). Dan cukuplah Allah menjadi Penolong (bagimu).


AnNisaa 45


dan kita memasuki golongan


…orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah,…


AnNisaa125


masikah permasalahan kekhawatiran akan godaan setan yang begitu kuat itu menjadi penghambat untuk bersegera bertakwa


 


Tidaklah menjadi hal besar dan perlu ditakuti tergoda oleh setan, bukankah


…setan itu mengatakan: "Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya)


AnNisaa118


sehingga, jika terjadi terjerumus ke dalam godaan setan dalam kebersungguhan kita bertakwa, Allah telah mengetahui itu dan telah berfirman lewat ayat;


Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


AnNisaa110


Jangan menunda diri untuk bertakwa, sesungguh-sungguhnya bertakwa dan kemudian bertawakkal, sepenuh-penuh tawakkal.


Jangan sampai kesombongan meliputi kita dari menyimak bisikan-bisikan ini, karena


Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih? Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tidak dianiaya sedikit pun.


AnNisaa 49


Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal,


            AlAnfal 2


Semoga kajian ini memberi kebaikan kepada kita semua,


Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat makruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia.


AnNisaa114


 


Semoga kita tidak dimasukkan kedalam golongan yang sesat, karena


Barang siapa yang disesatkan Allah, maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.


AnNisaa143


apalah daya seorang hamba selain berharap kepadaNya.


 


Simaklah…


Allah menjanjikan kepada orang-orang yang mukmin lelaki dan perempuan,


surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan  tempat-tempat yang bagus di surga Adn. Dan keridha’an Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.


AtTaubah 72


Jangan terjebak hanya ke dalam janji surga, karena perhatikan ayat diatas, bahwasannya ada yang lebih baik daripada surga, yakni keridha’an Allah, bagaimanakah caranya?, selimutilah hidup dengan ayat


"Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arasy yang agung".


AtTaubah 129.


hanya kepada-Nya aku bertawakalsebelum tiap-tiap kejadian dalam hidup memastikan setelah kejadian kita pun akan ridha’menerimanya, karena Cukuplah Allah bagiku… hingga apalagi balasan keridha’an hamba melainkan keridha’an Allah


 


Allahu’alam Bissawab.